Minggu, 26 Desember 2010

Dakwah dengan hikmah dan mauizah hasanah

Surat An-Nahl; 16 : 125
  • Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik... (An-Nahl : 125)
Makna Hikmah :
  • 1. Adil, lembut, kenabian, Al-Quran, Injil dan juga bagusnya pemikiran dari segi Bahasa
    • AI-Qomus AI Muhith karya Fairuz Abadi
  • 2. Ketepatan ucapan dan perbuatan dari segi pengertian syara'
    • Tafsir Ath-Thabari III/60 dan Tafsir Ar-Razy IV/73).
  • 3. Meletakkan segala sesuatu pada proporsinya.
    • AI-BahruI Muhith juz I
  • 4. As-sunnah
    • Ath-Thabari (I/436), Ibnu Katsir (I/184), dan Ar-Razi (lV/73 dan VII/38).

      Al-Quran surat Al-Baqarah ayat ke 129, 151, dan 231; surat Al-Ahzab ayat ke 34 dan surat Al-Jum'ah ayat ke 2

      Firman Allah: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (Jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Ali 'Imran: 164)

  • 5. Bukan Al-Quran tetapi mencakup rahasia-rahasia agama serta ketentuan syariat yang diturunkan Allah kepada Rasul.
    • Dr. Musthafa As-Siba'i dalam kitabnya As-Sunnah wa Makanatuha Fi Tasyri'il
  • 6. Mengetahui Al-Quran dan ilmu-iimu yang berkaitan dengannya. Makna-makna tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Seseorang tidak akan bisa berbicara yang benar, berbuat yang benar serta sesuai antara ucapan dengan perbuatan jika tidak memahami Al-Quran dan As-sunnah. Seseorang tidak bisa meletakkan sesuatu secara proporsional jika ia tidak memahami ketentuan syariat yang termaktub di dalam Al-Quran dan sunnah Rasul.
    • Ath -Thabari (III/60) dan Ibnu Katsir (I/322).
  • 7. Berbuat yang tepat pada waktu yang tepat
    • Dr. Ali Abdul Halim Mahmud
  • 8. Menyusun prioritas (aulawiyyat) gerakan, bertahap (tadarruj) dalam merealisasikan prioritas gerakan, serta memilih metode yang tepat untuk kondisi dan kapasitas mad'u yang tepat.
    • Muhammad Abul Fathi Al-Bayanuni.

Aplikasi metode dakwah dengan hikmah oleh Rasulullah saw :
  • 1. Beliau berlaku lembut dan santun bahkan terhadap musuh saat awal periode Mekah.
    2. Beliau mengomando para sahabat untuk mengangkat senjata memerangi musuh.
    3. Ada kalanya menahan diri, tapi ada pula saat berperang.
    4. Ada masa berdakwah sirriyah (tertutup), ada masa jahriyyah (terbuka).
    5. Tidak memukul rata semua kondisi, semua masa, dan semua manusia.
    6. Dakwah bertahap sebagaimana turunnya Al-Quran
    7. Jika tidak bertahap, akan memunculkan ketidaksiapan masyarakat menerima seruan kebenaran
Aisyah r.a. pernah menceritakan:
  • “Sesungguhnya yang diturunkan mula-mula dari surat-surat pendek (Makiyah) di dalamnya berisi peringatan tentang surga dan neraka. Sampai ketika orang-orang telah teguh kepada Islam, barulah diturun-kan tentang halal dan haram. Seandainya yang diturunkan mula-mula adalah, " Jangan kamu minum khamr" , maka sungguh (orang- orang) akan berkata, "Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya!" Dan seandainya yang diturunkan mula-mula adalah, "Jangan kamu berzina," sungguh (orang-orang) akan berkata, "Kami tidak tahan meninggalkan zina selamanya. " (HR. Bukhari)
Makna Al-Mau'izhah al-hasanah
  • 1. Pelajaran dan peringatan yang baik.
    2. Al-mau'izah adalah memberi peringatan dengan kebajikan yang membuat hati senang ( Al-Khalil )
    3. Al-burhan (bukti, dalil) dan al-khithab (pidato) ( Adab AI-Bahts wal Munazharah )
    4. Allah Ta'ala menghubungkan kata al-mau'izhah dengan al hasanah.
    Ada al-mau'izhah yang tidak baik, namun yang diperintahkan oleh Allah adalah mau'izhah yang baik (hasanah).
    5. Dakwah ilallah dari orang yang tidak mengambil pelajaran dengan apa yang diperingatkan itu, atau tidak melaksanakan sendiri apa yang diserukan itu, bukanlah termasuk mau'izhah yang baik.
    6. Nasihat dan peringatan, perkataan yang jelas dan lembut, serta tarhib dan targhib.
    ( Al-Bayanuni )
Makna Jadal atau Jidal ( Perdebatan ) dalam Surat An-Nahl ayat ke 125 1. Dr. Muhammad Jamil Ghazi:
  • a. Membatasi dahwah dengan al_hikmah dan al-mau'izhah al-hasanah.
    b. Berdakwah dengan dalil-dalil yang meyakinkan disebut al-hikmah,
    c. Berdakwah dengan dalil-dalil zhanni disebut al-mau'izhah al-hasanah.
    d. Jadal bukan termasuk dakwah, karena ada maksud lain, yaitu meyakinkan dan mendiamkan lawan.
2. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud
  • a. Jadal bagian uslub dakwah, jika memang diperlukan.
    b. Jadal harus dengan jalan billati hiya ahsan, dengan cara yang lebih baik, dengan tujuan ihqaqul haq wa izharuhu, membenarkan yang haq dan memenangkannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar